Dulu, rasanya hidup ramai sekali.
Kalender penuh. Chat grup aktif. Weekend selalu ada agenda—nongkrong, makan siang bareng, ngopi cantik, atau sekadar kumpul tanpa tujuan yang jelas. Rasanya menyenangkan punya banyak teman. Ada rasa “hidup banget” ketika notifikasi tak pernah sepi.
Tapi sekarang, di usia 40-an, aku mulai menyadari sesuatu.
Circle pertemanan itu bukan semakin luas. Justru semakin menyempit.
Dan anehnya… aku baik-baik saja.







